Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apakah Berlainan Laporan Keuangan Bumdes Dan Unit Perjuangan Bumdes?



Penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan menjadi kebutuhan penting dikala ini. Mengapa? Karena laporan pertanggungjawaban tersebut akan dipakai untuk mempertanggungjawabkan sebuah program, acara atau pengelolaan yang telah dikerjakan oleh administrasi kepada forum di atasnya.

Dalam kaitannya dengan Badan usaha milik gampong (BUMG) , Manajemen Badan perjuangan milik gampong (BUMG) merujuk pada struktur organisasinya yang mewajibkan untuk menyusun dan melakukan pertanggungjawaban terhadap penasehat yang secara ex-officio dijabat oleh Kepala Desa. Laporan pertanggungjawaban Badan perjuangan milik gampong (BUMG) perlu dituangkan dalam Pedoman Pengelolaan Keuangan Badan Usaha Milik Desa (PPK Badan perjuangan milik gampong (BUMG) ) yang ditetapkan dalam skala regional kabupaten. Hal ini mengusut kesanggupan, kesempatandan skala Badan usaha milik gampong (BUMG) yang tidak mampu diseragamkan seluruh Indonesia. Sehingga, regional kabupaten perlu menyusun pedomannya sendiri untuk memandu Badan usaha milik gampong (BUMG) dalam melaksanakan keharusan pertanggungjawaban keuangan mereka.

Melihat dari komponen pembentukannya, Badan perjuangan milik gampong (BUMG) hanya mampu terbentuk dari adanya Peraturan Desa (Perdes) dan disetujui di Musyawarah Desa (Musdes). Berangkat dari sejarah tersebut, Badan perjuangan milik gampong (BUMG) dapat mengadopsi teladan pengelolaan keuangan yang dilaksanakan di desa agar laporan yang dihasilkan mampu sesuai sehingga memudahkan inspektorat ataupun BPK dalam melakukan pengawasan dan audit.

Mengadopsi pola pengelolaan keuangan yang dikerjakan desa, Badan usaha milik gampong (BUMG) cuma perlu menyusun laporan budget dan laporan realisasi anggaran (LRA). Kedua laporan inilah yang akan menjadi dasar pengawasan dan audit yang dilakukan BPK. Keterkaitan antara budget dan realisasi merupakan bentuk tanggungjawab yang dilakukan administrasi dalam mengelola dana yang bersumber dari transfer (APBN / APBD).

Dengan menyusun laporan budget dan Laporan Realisasi Anggaran (metode basis kas) dan dilampiri laporan Neraca, keuntungan rugi, pergantian modal, arus kas, dan catatan atas laporan keuangan Badan usaha milik gampong (BUMG) dapat menyanggupi keharusan pertanggungjawabannya kepada penasehat Badan perjuangan milik gampong (BUMG) .

Tidak jauh berlawanan dengan administrasi Badan perjuangan milik gampong (BUMG) , unit perjuangan Badan usaha milik gampong (BUMG) secara sederhananya hanya perlu menyusun laporan realisasi anggaran atas acara perjuangan yang dilakukan. 

Pencatatan duit masuk dan uang keluar tersebut selanjutnya dijalankan penyesuaian untuk mencatat transaksi yang terjadi secara akrual mirip piutang, hutang, persediaan dan aset tetap semoga dapat menjadi suatu pembukuan keuangan lengkap yakni laporan realisasi budget, laporan posisi keuangan, laporan keuntungan rugi, laporan pergantian ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas pembukuan keuangan. Seluruh laporan yang disusun unit perjuangan Badan perjuangan milik gampong (BUMG) dijadikan satu konsolidasi untuk menjadi suatu pembukuan keuangan Badan perjuangan milik gampong.

(BUMG) . (susiloaji/BUMDes.id)
download image