Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menanggulangi Problem Autokorelasi Dengan Uji Run Test Dalam Spss

download image
Sebagaimana yang telah kita pahami bahwa uji autokorelasi ialah bab dari uji perkiraan klasik dalam analisis regresi linear untuk data time series yakni data runtut waktu dan bukan seperti data primer hasil penyebaran kuesioner atau angket. Uji asumsi klasik sendiri dimaknai sebagai syarat yang harus terpenuhi sebelum dilakukannya analisis regresi linear.

Sementara itu, analisis regresi linear bertujuan untuk mengenali apakah terdapat dampak yang signifikan antara variabel independent (X) kepada variabel dependen (Y). Oleh alasannya itu, uji autokorelasi sungguh dibutuhkan karena dengan adanya uji ini kita dapat mengetahui apakah terdapat relasi antara sebuah era t dengan kala t sebelumnya. Model regresi yang bagus tidak terdapat dilema autokorelasi. Contoh sederhana misal data keuangan rumah tangga. Pengeluaran belanja keluarga pada bulan lalu sangat besar (bulan lalu ada pengeluaran untuk membeli kendaraan beroda empat baru) sementara pengeluaran pada bulan ini relatif lebih kecil (alasannya dibulan ini tidak ada pengeluaran untuk membeli kendaraan beroda empat) sehingga dapat dibilang bahwa terdapat korelasi atau hubungan yang cukup tinggi antara pengeluaran budget rumah tangga pada bulan lalu dengan bulan sekarang, hal yang semacam inilah yang disebut dengan terjadi dilema autokorelasi.

Dalam analisis statistik, uji autokorelasi dapat dijalankan dengan beberapa tata cara antara lain seperi uji durbin watson dan uji run test. Dimana tata cara yang paling kerap dipakai oleh para peneliti (dalam hal menyelesaikan peran, skripsi maupun tesis) adalah dengan metode durbin watson. Namun demikian, uji durbin watson memiliki kelemahan yakni jikalau nilai dubin watson terletak antara dL dan dU atau diantara (4-dU) dan (4-dL), maka tidak menciptakan kesimpulan yang pasti apakah terjadi gejala autokorelasi atau tidak. Jika demikian adanya, maka alternatif yang bagus untuk mengatasi dilema autokorelasi ini yaitu dengan menggunakan sistem lain seperti uji run test.

Untuk memperjelas bagaimana cara menanggulangi dilema autokorelasi dengan uji run test dalam SPSS, aku akan menunjukkan teladan, simak data yang mau aku uji autokorelasi dibawah ini

Cara Mengatasi Masalah Autokorelasi dengan Uji Run Test dalam SPSS Cara Mengatasi Masalah Autokorelasi dengan Uji Run Test dalam SPSS

[Download Data untuk Latihan]

Dari data di atas, versi regresi linear yang saya ajukan adalah “Pengaruh Kurs [X1] dan SBI [X2] terhadap IHSG [Y] tahun 2013”. Sebelumnya saya telah melaksanakan uji autokelasi dengan uji durbin watson [Baca: Tutorial Uji Autokorelasi dengan Durbin Watson SPSS] dan diperoleh hasil sebagai berikut.

Cara Mengatasi Masalah Autokorelasi dengan Uji Run Test dalam SPSS Cara Mengatasi Masalah Autokorelasi dengan Uji Run Test dalam SPSS

Berdasarkan output SPSS di atas, dimengerti nilai Durbin Watson sebesar 1,072. Nilai ini terletak antara nilai dL 0,812 dan dU 1,579 sehingga tidak ada kesimpulan yang pasti perihal ada atau tidaknya tanda-tanda autokorelasi dari data tersebut.

Jika mirip ini yang terjadi, maka anda tidak perlu cemas dan galau, langkah yang mesti anda lakukan untuk mengatasi masalah autokorelasi yakni dengan uji run test.

CARA UJI RUN TEST DENGAN SPSS

1. Buka acara SPSS lalu klik Variable View, lalu pada kolom Name baris pertama ketikkan X1, baris kedua X2, dan baris ketiga Y. pada bagian Label ketikkan Kurs untuk X1, SBI untuk X2, dan IHSG untuk Y. Abaikan kolom yang lain biarkan tetap default lalu klik Data View

Cara Mengatasi Masalah Autokorelasi dengan Uji Run Test dalam SPSS Cara Mengatasi Masalah Autokorelasi dengan Uji Run Test dalam SPSS

2. Pada bagian ini, kita cuma perlu memasukkan data observasi sesuai dengan nama variabelnya

Cara Mengatasi Masalah Autokorelasi dengan Uji Run Test dalam SPSS Cara Mengatasi Masalah Autokorelasi dengan Uji Run Test dalam SPSS

3. Jika semua data telah terinput dengan benar, selanjutnya dari menu SPSS klik menu Analyze – Regression – Linear…

Cara Mengatasi Masalah Autokorelasi dengan Uji Run Test dalam SPSS Cara Mengatasi Masalah Autokorelasi dengan Uji Run Test dalam SPSS

4. Muncul kotak dialog, masukkan variabel IHSG [Y] ke kotak Dependent, masukkan variabel Kurs [X1] dan SBI [X2] ke kotak Independent(S) caranya dengan pengklik tombol panah, pada bagian Method pilih Enter, kemudian klik Save

Cara Mengatasi Masalah Autokorelasi dengan Uji Run Test dalam SPSS Cara Mengatasi Masalah Autokorelasi dengan Uji Run Test dalam SPSS

5. Muncul kotak obrolan Linear Regression; Save, berikan tanda centang (V) pada Unstandardized untuk Residuals, lalu klik Continue dan klik Ok [Abaikan saja output yang keluar].

Cara Mengatasi Masalah Autokorelasi dengan Uji Run Test dalam SPSS Cara Mengatasi Masalah Autokorelasi dengan Uji Run Test dalam SPSS

6. Perhatikan pada bab Data View timbul variabel baru dengan nama RES_1. Langkah selanjutnya yakni klik Analyze – Nonparametric Tests – Legacy Dialogs – Runs…

Cara Mengatasi Masalah Autokorelasi dengan Uji Run Test dalam SPSS Cara Mengatasi Masalah Autokorelasi dengan Uji Run Test dalam SPSS

7. Muncul kotak obrolan Run Test, lalu masukkan variabel Unstandardized Residual ke kotak Test Variable List, pada bagian Cut Point berikan tanda centang (V) untuk Median

Cara Mengatasi Masalah Autokorelasi dengan Uji Run Test dalam SPSS Cara Mengatasi Masalah Autokorelasi dengan Uji Run Test dalam SPSS

8. Jika sudah yakin benar, terakhir ialah klik Ok untuk mengakhiri perintah, maka akan muncul output Run Test sebagaimana gambar berikut

Cara Mengatasi Masalah Autokorelasi dengan Uji Run Test dalam SPSS Cara Mengatasi Masalah Autokorelasi dengan Uji Run Test dalam SPSS


DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM UJI RUN TEST

Sebelum kita menganalisa hasil output SPSS di atas, terlebih dahulu kita ketahui dasar pengambilan keputusan dalam uji run test, ialah:
  1. Jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed) lebih kecil < dari 0,05 maka terdapat gejala autokorelasi
  2. Sebaliknya, jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed) lebih besar > dari 0,05 maka tidak terdapat tanda-tanda autokorelasi.


INTERPRETASI OUTPUT UJI RUN TEST

Berdasarkan output SPSS diatas, diketahui nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,762 lebih besar > dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala atau persoalan autokorelasi. Dengan demikian, problem autokorelasi yang tidak mampu terlesaikan dengan durbin Watson dapat terselesaikan melalui uji run test sehingga analisis regresi linear mampu dilanjutkan.

Saya kira cukup sampai disini pembahasan kita ihwal cara mengatasi persoalan autokorelasi dengan uji run test dalam SPSS, biar berguna lain waktu kita sambung lagi dengan uji-uji dan urusan statistik yang yang lain. Terimakasih semoga bermanfaat

[Search: Cara Mengatasi Masalah Autokorelasi dengan Uji Run Test dalam SPSS, Panduan Uji Run Test dengan Program SPSS, Cara Mendeteksi Gejala Autokorelasi dengan Uji Run Test Lengkap]
[Gambar: Screenshot SPSS versi 21]
Lihat Juga: VIDEO Uji Autokorelasi dengan Run Test SPSS
download image