Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Fungsi Dan Tugas Tuha Peut Gampong

download image
membahas dan menyepakati Rancangan Qanun Gampong bersama Keuchiek Fungsi Dan Tugas Tuha Peut Gampong

BAB V
FUNGSI DAN TUGAS TUHA PEUT GAMPONG
Bagian Kesatu
Fungsi Tuha Peut Gampong
Pasal 31
Tuha Peut Gampong memiliki fungsi:
  1. membahas dan menyepakati Rancangan Qanun Gampong bareng Keuchiek;
  2. menampung dan menyalurkan aspirasi penduduk Gampong; dan
  3. melaksanakan pengawasan kinerja Keuchiek.
Bagian Kedua
Tugas Tuha Peut Gampong
Pasal 32

Tuha Peut Gampong mempunyai tugas:
  1. menggali aspirasi masyarakat;
  2. menampung aspirasi penduduk ;
  3. mengurus aspirasi masyarakat;
  4. menyalurkan aspirasi masyarakat;
  5. menyelenggarakan musyawarah Tuha Peut Gampong;
  6. menyelenggarakan musyawarah Gampong;
  7. membentuk panitia penyeleksian Keuchiek;
  8. menyelenggarakan musyawarah Gampong khusus untuk penyeleksian Keuchiek antarwaktu;
  9. membahas dan menyetujui desain Qanun Gampong bersama Keuchiek;
  10. melakukan pengawasan kepada kinerja Keuchiek;
  11. melakukan evaluasi laporan informasi penyelenggaraan Pemerintahan Gampong;
  12. membuat hubungan kerja yang serasi dengan Pemerintah Gampong dan forum Gampong lainnya; dan
  13. melakukan peran lain yang diatur dalam ketentuan Qanun perundang-permintaan.
Paragraf 1
Penggalian Aspirasi Masyarakat
Pasal 33

  1. Tuha Peut Gampong melakukan penggalian aspirasi masyarakat.
  2. Penggalian aspirasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mampu dilakukan langsung kepada kelembagaan dan penduduk Gampong tergolong golongan masyarakat miskin, masyarakat berkebutuhan khusus, wanita, kalangan marjinal.
  3. Penggalian aspirasi dikerjakan berdasarkan keputusan musyawarah Tuha Peut Gampong yang dituangkan dalam acara kerja Tuha Peut Gampong.
  4. Pelaksanaan penggalian aspirasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memakai bimbingan acara yang sekurang-kurangnya menampung maksud, tujuan, target, waktu dan uraian kegiatan.
  5. Hasil penggalian aspirasi penduduk Gampong disampaikan dalam musyawarah Tuha Peut Gampong.

Paragraf 2
Menampung Aspirasi Masyarakat
Pasal 34
  1. Pelaksanaan acara menampung aspirasi penduduk dijalankan di sekretariat Tuha Peut Gampong.
  2. Aspirasi penduduk sebagaimana dimaksud ayat (1) diadministrasikan dan disampaikan dalam musyawarah Tuha Peut Gampong.
Paragraf 3
Pengelolaan Aspirasi Masyarakat
Pasal 35
  1. Tuha Peut Gampong mengelola aspirasi masyarakat Gampong melalui pengadministrasian dan perumusan aspirasi.
  2. Pengadministrasian aspirasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan pembidangan yang mencakup bidang pemerintahan, pembangunan, training kemasyarakatan dan pemberdayaan penduduk Gampong.
  3. Perumusan aspirasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dijalankan dengan cara mengecek dan merumuskan aspirasi masyarakat Gampong untuk disampaikan kepada Keuchiek dalam rangka merealisasikan tata kelola penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan kemakmuran penduduk Gampong.
Paragraf 4
Penyaluran Aspirasi Masyarakat
Pasal 36
  1. Tuha Peut Gampong menyalurkan aspirasi penduduk dalam bentuk ekspresi dan atau tulisan.
  2. Penyaluran aspirasi masyarakat dalam bentuk verbal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) seperti penyampaian aspirasi penduduk oleh Tuha Peut Gampong dalam musyawarah Tuha Peut Gampong yang dihadiri Keuchiek.
  3. Penyaluran aspirasi penduduk dalam bentuk tulisan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) seperti penyampaian aspirasi lewat surat dalam rangka penyampaian masukan bagi penyelenggaraan Pemerintahan Gampong, permintaan keterangan kepada Keuchiek, atau penyampaian desain Qanun Gampong yang berasal dari ajuan Tuha Peut Gampong.
Paragraf 5
Penyelenggaraan Musyawarah Tuha Peut Gampong
Pasal 37
  • Musyawarah Tuha Peut Gampong dilakukan dalam rangka menciptakan keputusan Tuha Peut Gampong kepada hal-hal yang bersifat strategis.
  • Hal yang bersifat strategis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mirip musyawarah pembahasan dan penyepakatan desain Qanun Gampong, penilaian laporan keterangan penyelenggaraan Pemerintahan Gampong, menetapkan Qanun tata tertib Tuha Peut Gampong, dan tawaran pemberhentian anggota Tuha Peut Gampong.
  • Tuha Peut Gampong mengadakan musyawarah Tuha Peut Gampong dengan mekanisme, sebagai berikut:
  1. musyawarah Tuha Peut Gampong dipimpin oleh pimpinan Tuha Peut Gampong;
  2. musyawarah Tuha Peut Gampong dinyatakan sah jika didatangi oleh paling sedikit 2/3 (dua pertiga) dari jumlah anggota Tuha Peut Gampong;
  3. pengambilan keputusan dilaksanakan dengan cara musyawarah guna mencapai mufakat;
  4. apabila musyawarah mufakat tidak tercapai, pengambilan keputusan dijalankan dengan cara pemungutan suara;
  5. pemungutan suara sebagaimana dimaksud dalam abjad d dinyatakan sah apabila disetujui oleh paling sedikit 1⁄2 (satu perdua) ditambah 1 (satu) dari jumlah anggota Tuha Peut Gampong yang datang; dan
  6. hasil musyawarah Tuha Peut Gampong ditetapkan dengan keputusan Tuha Peut Gampong dan dilampiri notulen musyawarah yang dibuat oleh sekretaris Tuha Peut Gampong.
Paragraf 6
Penyelenggaraan Musyawarah Gampong
Pasal 38
  1. Musyawarah Gampong diselenggarakan oleh Tuha Peut Gampong yang difasilitasi oleh Pemerintah Gampong.
  2. Musyawarah Gampong merupakan forum permusyawaratan yang diikuti oleh Tuha Peut Gampong, Pemerintah Gampong, dan komponen masyarakat Gampong untuk memusyawarahkan hal yang bersifat strategis dalam penyelenggaraan Pemerintahan Gampong.
  3. Hal yang bersifat strategis sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mencakup:
  • penataan Gampong;
  • penyusunan rencana Gampong;
  • kolaborasi Gampong;
  • rencana investasi yang masuk ke Gampong;
  • pembentukan BUMG;
  • penambahan dan pelepasan Aset Gampong; dan
  • peristiwa luar biasa.
Unsur masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) terdiri atas:
  • tokoh adat;
  • tokoh agama;
  • tokoh penduduk ;
  • tokoh pendidikan;
  • perwakilan kelompok tani;
  • perwakilan kalangan nelayan;
  • perwakilan kelompok perajin;
  • perwakilan kalangan wanita;
  • perwakilan golongan pemerhati dan pelindungan anak; dan
  • perwakilan golongan masyarakat tidak mapan.
Selain komponen masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (4), musyawarah Gampong dapat melibatkan komponen penduduk lain sesuai dengan keadaan sosial budaya penduduk .

Musyawarah Gampong sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong;

Paragraf 7
Pembentukan Panitia Pemilihan Keuchiek
Pasal 39
  1. Tuha Peut Gampong membentuk pantia penyeleksian Keuchiek bersamaan dan panitia penyeleksian Keuchiek antarwaktu.
  2. Pembentukan panitia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan keputusan Tuha Peut Gampong.
Pasal 40
  1. Panitia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat (1) terdiri dari perangkat Gampong dan unsur masyarakat.
  2. Jumlah anggota panitia disesuaikan dengan beban tugas dan kesanggupan pembiayaan.
  3. Panitia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggungjawab kepada Tuha Peut Gampong.
  4. Dalam hal anggota panitia tidak melaksanakan peran dan keharusan mampu diberhentikan dengan keputusan Tuha Peut Gampong.
Pasal 41

Panitia sebagaimana dimaksud dalam pasal 39 ayat (1) melaksanakan penjaringan dan penyaringan bakal kandidat Keuchiek antarwaktu.
Penyaringan bakal kandidat Keuchiek menjadi kandidat Keuchiek, paling sedikit 2 (dua) orang dan paling banyak 3 (tiga) orang.
Dalam hal jumlah bakal calon yang memenuhi patokan lebih dari 3 (tiga), panitia melakukan seleksi perhiasan dengan memakai persyaratan mempunyai pengetahuan mengenai Pemerintahan Gampong, tingkat pendidikan, usia dan standar lain yang ditetapkan Bupati/Walikota.
Dalam hal bakal kandidat yang menyanggupi persyaratan kurang dari 2 (dua) orang, panitia memperpanjang waktu registrasi selama 7 (tujuh) hari.
Dalam hal bakal kandidat yang menyanggupi persyaratan tetap kurang dari 2 (dua) setelah perpanjangan waktu registrasi sebagaimana dimaksud pada ayat (4), Tuha Peut Gampong menangguhkan pelaksanaan pemilihan Keuchiek hingga dengan waktu yang ditetapkan lalu.

Paragraf 8
Penyelenggaraan Musyawarah Gampong Khusus Untuk
Pemilihan Keuchiek Antarwaktu
Pasal 42
  1. Tuha Peut Gampong mengadakan musyawarah Gampong khusus untuk penyeleksian Keuchiek antarwaktu.
  2. Penyelenggaraan musyawarah Gampong sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikerjakan untuk mengesahkan calon Keuchiek yang diajukan panitia serta memilih dan akreditasi kandidat Keuchiek terpilih.
Forum musyawarah Gampong menyampaikan calon Keuchiek terpilih sebagaimana dimaksud pada ayat (2) terhadap panitia untuk disampaikan kepada Tuha Peut Gampong.

Pasal 43

Tuha Peut Gampong menyampaikan calon Keuchiek terpilih sebagaimana dimaksud dalam pasal 42 ayat (3) terhadap Bupati/Walikota paling lama 7 (tujuh) hari sejak diterimanya laporan hasil pemilihan Keuchiek dari panitia pemilihan.

Paragraf 9
Pembahasan dan Penyepakatan
Rancangan Qanun Gampong
Pasal 44

Tuha Peut Gampong dan Keuchiek membahas dan menyepakati rancangan Qanun Gampong yang diajukan Tuha Peut Gampong dan atau Keuchiek.
  1. Pembahasan desain Qanun Gampong sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diselenggarakan oleh Tuha Peut Gampong dalam musyawarah Tuha Peut Gampong.
  2. Rancangan Qanun Gampong yang disarankan Keuchiek sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibahas apalagi dulu dalam musyawarah internal Tuha Peut Gampong paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja terhitung sejak desain Qanun Gampong diterima oleh Tuha Peut Gampong.
  3. Pelaksanaan pembahasan desain Qanun Gampong sebagaimana dimaksud pada ayat (1) antara Tuha Peut Gampong dan Keuchiek untuk pertama kali dilaksanakan paling usang 30 (tiga puluh) hari sejak pelaksanaan musyawarah internal Tuha Peut Gampong.
  4. Setiap pembahasan desain Qanun Gampong dilaksanakan pencatatan proses yang dituangkan dalam notulen musyawarah.
Pasal 45
  • Dalam hal pembahasan rancangan Qanun Gampong antara Tuha Peut Gampong dan Keuchiek tidak meraih kata sepakat, musyawarah bersama tetap mengambil keputusan dengan diikuti catatan persoalan yang tidak disepakati.
  • Rancangan Qanun Gampong sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diajukan oleh Keuchiek kepada Bupati/Walikota lewat Camat diikuti catatan masalah yang tidak disepakati paling lambat 7 (tujuh) hari sejak musyawarah pembahasan terakhir untuk menerima penilaian dan pembinaan.
  • Tindaklanjut penilaian dan pelatihan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat berbentuk:penghentian pembahasan; atau pelatihan untuk tindaklanjut pembahasan dan komitmen desain Qanun Gampong.
  • Tindaklanjut pembahasan dan komitmen sebagaimana dimaksud pada ayat (3) aksara b mampu dihadiri Camat atau pejabat lain yang ditunjuk Bupati/Walikota.
Paragraf 10
Pelaksanaan Pengawasan Kinerja Keuchiek
Pasal 46
  • Tuha Peut Gampong melaksanakan pengawasan terhadap kinerja Keuchiek.
  • Pelaksanaan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dijalankan melalui:
  1. penyusunan rencana acara Pemerintah Gampong;
  2. pelaksanaan aktivitas; dan
  3. pelaporan penyelenggaraan Pemerintahan Gampong.
  • Bentuk pengawasan Tuha Peut Gampong sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berbentukmonitoring dan evaluasi.
Pasal 47

Hasil pelaksanaan pengawasan kinerja Keuchiek sebagaimana dimaksud dalam pasal 46 ayat (1) menjadi bagian dari laporan kinerja Tuha Peut Gampong.

Paragraf 11
Evaluasi Laporan Keterangan
Penyelenggaraan Pemerintahan Gampong
Pasal 48
  • Tuha Peut Gampong melaksanakan evaluasi laporan keterangan penyelenggaraan Pemerintahan Gampong.
  • Evaluasi laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan evaluasi atas kinerja Keuchiek selama 1 (satu) tahun budget.
  • Pelaksanaan evaluasi sebagaimana dimaksud ayat (1) dilaksanakan menurut prinsip demokratis, responsif, transparansi, akuntabilitas dan objektif.
  • Evaluasi pelaksanaan tugas Keuchiek sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi :
  1. Capaian pelaksanaan RPJM Gampong, RKP Gampong dan APBGampong;
  2. Capaian pelaksanaan penunjukkandari Pemerintah, Pemerintah Provinsi Dan Pemerintah Kabupaten/Kota;
  3. Capaian ketaatan kepada pelaksanaan tugas sesuai Qanun perundang-undangan; dan
  4. Prestasi Keuchiek.
  • Pelaksanaan evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan bagian dari laporan kinerja Tuha Peut Gampong.
Pasal 49
  1. Tuha Peut Gampong melaksanakan evaluasi LKPPG paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja semenjak LKPPG diterima.
  2. Berdasarkan hasil penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Tuha Peut Gampong mampu:menciptakan catatan wacana kinerja Keuchiek;meminta informasi atau gosip;menyatakan usulan; dan memberi masukan untuk penyiapan bahan musyawarah Gampong.
  3. Dalam hal Keuchiek tidak menyanggupi ajakan Tuha Peut Gampong sebagaimana dimaksud pada ayat (2) karakter b, Tuha Peut Gampong tetap melanjutkan proses solusi evaluasi LKPPG dengan memperlihatkan catatan kinerja Keuchiek.
  4. Evaluasi LKPPG sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi bab dari laporan kinerja Tuha Peut Gampong.
Paragaraf 12
Menciptakan Hubungan Kerja Yang Harmonis Dengan
Pemerintah Gampong dan Lembaga Gampong Lainnya
Pasal 50
  1. Dalam rangka menciptakan kekerabatan kerja yang serasi dengan Pemerintah Gampong dan forum Gampong lainnya, Tuha Peut Gampong dapat menganjurkan terhadap Keuchiek untuk membentuk Forum Komunikasi Antar Kelembagaan Gampong atau FKAKD.
  2. Forum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berisikan komponen Ketua/Kepala kelembagaan Gampong yang sudah terbentuk.
  3. Forum sebagaimana dimaksud pada ayat (2), ditetapkan dengan keputusan Keuchiek.
  4. Tugas forum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menyepakati dan menyelesaikan aneka macam permasalahan konkret di Gampong.
Pasal 43

Tuha Peut Gampong memberikan kandidat Keuchiek terpilih sebagaimana dimaksud dalam pasal 42 ayat (3) kepada Bupati/Walikota paling lama 7 (tujuh) hari semenjak diterimanya laporan hasil pemilihan Keuchiek dari panitia penyeleksian.

Paragraf 9
Pembahasan dan Penyepakatan Rancangan Qanun Gampong
Pasal 44
  1. Tuha Peut Gampong dan Keuchiek membicarakan dan menyetujui rancangan Qanun Gampong yang diajukan Tuha Peut Gampong dan atau Keuchiek.
  2. Pembahasan rancangan Qanun Gampong sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diselenggarakan oleh Tuha Peut Gampong dalam musyawarah Tuha Peut Gampong.
  3. Rancangan Qanun Gampong yang dianjurkan Keuchiek sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibahas terlebih dahulu dalam musyawarah internal Tuha Peut Gampong paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja terhitung sejak rancangan Qanun Gampong diterima oleh Tuha Peut Gampong.
  4. Pelaksanaan pembahasan rancangan Qanun Gampong sebagaimana dimaksud pada ayat (1) antara Tuha Peut Gampong dan Keuchiek untuk pertama kali dikerjakan paling usang 30 (tiga puluh) hari semenjak pelaksanaan musyawarah internal Tuha Peut Gampong.
  5. Setiap pembahasan desain Qanun Gampong dilakukan pencatatan proses yang dituangkan dalam notulen musyawarah.
Pasal 45
  1. Dalam hal pembahasan rancangan Qanun Gampong antara Tuha Peut Gampong dan Keuchiek tidak meraih kata sepakat, musyawarah bareng tetap mengambil keputusan dengan diikuti catatan problem yang tidak disepakati.
  2. Rancangan Qanun Gampong sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diajukan oleh Keuchiek terhadap Bupati/Walikota lewat Camat disertai catatan problem yang tidak disepakati paling lambat 7 (tujuh) hari sejak musyawarah pembahasan terakhir untuk mendapatkan evaluasi dan training.
  3. Tindaklanjut penilaian dan training sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat berbentuk :penghentian pembahasan; atau pelatihan untuk tindaklanjut pembahasan dan kesepakatan desain Qanun Gampong.
  4. Tindaklanjut pembahasan dan akad sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b dapat dihadiri Camat atau pejabat lain yang ditunjuk Bupati/Walikota.
Paragraf 10
Pelaksanaan Pengawasan Kinerja Keuchiek
Pasal 46
  1. Tuha Peut Gampong melaksanakan pengawasan terhadap kinerja Keuchiek.
  2. Pelaksanaan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikerjakan melalui:penyusunan rencana acara Pemerintah Gampong; pelaksanaan aktivitas; dan pelaporan penyelenggaraan Pemerintahan Gampong.
  3. Bentuk pengawasan Tuha Peut Gampong sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa monitoring dan evaluasi.
Pasal 47

Hasil pelaksanaan pengawasan kinerja Keuchiek sebagaimana dimaksud dalam pasal 46 ayat (1) menjadi bab dari laporan kinerja Tuha Peut Gampong.

Paragraf 11
Evaluasi Laporan Keterangan
Penyelenggaraan Pemerintahan Gampong
Pasal 48

  1. Tuha Peut Gampong melaksanakan penilaian laporan informasi penyelenggaraan Pemerintahan Gampong.
  2. Evaluasi laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ialah penilaian atas kinerja Keuchiek selama 1 (satu) tahun budget.
  3. Pelaksanaan penilaian sebagaimana dimaksud ayat (1) dilaksanakan menurut prinsip demokratis, responsif, transparansi, akuntabilitas dan objektif.
  4. Evaluasi pelaksanaan peran Keuchiek sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup :Capaian pelaksanaan RPJM Gampong, RKP Gampong dan APBGampong;Capaian pelaksanaan penunjukkandari Pemerintah, Pemerintah Provinsi Dan Pemerintah Kabupaten/Kota;Capaian ketaatan kepada pelaksanaan peran sesuai Qanun perundang-undangan; dan Prestasi Keuchiek.
  5. Pelaksanaan penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan bab dari laporan kinerja Tuha Peut Gampong.
Pasal 49

  1. Tuha Peut Gampong melaksanakan penilaian LKPPG paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja semenjak LKPPG diterima.
  2. Berdasarkan hasil evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Tuha Peut Gampong mampu:membuat catatan ihwal kinerja Keuchiek; meminta keterangan atau informasi; menyatakan pendapat; dan memberi masukan untuk penyiapan materi musyawarah Gampong.
  3. Dalam hal Keuchiek tidak memenuhi ajakan Tuha Peut Gampong sebagaimana dimaksud pada ayat (2) karakter b, Tuha Peut Gampong tetap melanjutkan proses penyelesaian evaluasi LKPPG dengan memperlihatkan catatan kinerja Keuchiek.
  4. Evaluasi LKPPG sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi bab dari laporan kinerja Tuha Peut Gampong.
Paragaraf 12
Menciptakan Hubungan Kerja Yang Harmonis Dengan Pemerintah Gampong dan Lembaga Gampong Lainnya
Pasal 50
  1. Dalam rangka menciptakan korelasi kerja yang harmonis dengan Pemerintah Gampong dan forum Gampong lainnya, Tuha Peut Gampong dapat mengusulkan terhadap Keuchiek untuk membentuk Forum Komunikasi Antar Kelembagaan Gampong atau FKAKD.
  2. Forum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari komponen Ketua/Kepala kelembagaan Gampong yang telah terbentuk.
  3. Forum sebagaimana dimaksud pada ayat (2), ditetapkan dengan keputusan Keuchiek.
  4. Tugas forum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menyepakati dan menuntaskan banyak sekali urusan aktual di Gampong.
download image