Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jangan Asal Berhentikan Perangkat Desa, Begini Mekanismenya!

download image
Mengganti perangkat desa dengan tim sukses oleh Kepala Desa terpilih pasca pemilihan Jangan Asal Berhentikan Perangkat Desa, Begini Mekanismenya!

Mengganti perangkat desa dengan tim sukses oleh Kepala Desa terpilih pasca penyeleksian, mesti dipikir ulang. Sebab, sudah jadi persepsi umum, bahwa Kepala Desa terpilih melaksanakan pemberhentian perangkat desa dan mengganti dengan tim suksesnya. Nah, hal tersebut sungguh bertentangan dengan, Permendagri Nomor 67 tahun 2017 tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat Desa. Sehingga, para Kades terpilih di pilkades dihentikan asal mengubah dan memberhentikan para perangkat desa sesuai dengan seleranya.

Sesuai dengan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2016 tentang Desa, dikontrol sejumlah wewenang Kepala Desa. Salah satunya ialah wewenang mengangkat dan memberhentikan perangkat desa. Namun perlu diingat, ada Permendagri Nomor 67 Tahun 2017 ihwal Perubahan atas Permendagri Nomor 83 Tahun 2015 yang mengendalikan lebih teknis berkaitan pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa. “Harus ada argumentasi-alasannya. Untuk memberhentikan perangkat desa, juga mesti dikonsultasikan dengan camat, dan harus mendapatkan saran dari camat.

Sesuai dengan Permendagri Nomor 67 Tahun 2017, ada lima argumentasi yang bisa menjadi dasar seorang Kepala Desa memberhentikan perangkat desa.  Adapun 5 alasan tersebut yakni selaku berikut:

  1. alasannya usia sudah genap 60 tahun. 
  2.  dinyatakan sebagai terpidana yang diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun menurut putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap. 
  3. berhalangan tetap. 
  4. tidak lagi menyanggupi persyaratan selaku perangkat desa. 
  5. melanggar larangan selaku perangkat desa. “Alasannya mesti berpengaruh. Tidak bisa cuma alasannya adalah tidak senang, atau mungkin alasannya adalah perangkatnya ikut maju sebagai kandidat, karenanya diberhentikan.
download image