Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengetahui Kedudukan, Fungsi Dan Wewenang Tuha Peut

download image

Lembaga Tuha Peut Gampong atau disingkat dengan Tuha Peut ialah penyelenggara Pemerintahan Gampong yang sungguh penting kiprahnya, oleh karena itu Lembaga Tuha Peut Gampong perlu dimengerti kedudukan, fungsi dan wewenangnya selaku berikut:

Lembaga Tuha Peut Gampong memiliki kedudukan selaku bagian atau bagian dari penyelenggaraan pemerintah Gampong, dengan demikian maju tidaknya suatu Gampong tergantung juga dengan penyelenggaranya, yakni Lembaga Tuha Peut Gampong dan Pemerintah Gampong ( Keuchiek ).

Pertama, Menetapkan Qanun Gampong bareng dengan Pemerintah Gampong, sehingga Qanun Gampong yang tanpa persetujuan Lembaga Tuha Peut Gampong ialah tidak mampu atau berakibat batal demi aturan

Kedua, Menampung Aspirasi Masyarakat, salah satu fungsi dari Lembaga Tuha Peut yaitu selaku fungsi aspirasi, dalam hal ini jika penduduk memiliki aspirasi terhadap Gampongnya, maka mekanismenya adalah lewat Lembaga Tuha Peut Gampong. Contohnya yakni aspirasi untuk mendirikan Badan Usaha Milik Gampong.

Ketiga, Menyalurkan Aspirasi Masyarakat, fungsi dari Lembaga Tuha Peut Gampong yakni menyalurkan aspirasi masyarakat untuk dijadikan sebuah kebijakan atau keputusan Gampong yang tertuang dalam Qanun Gampong atau kebijakan kebijakan lain.

Kewewenang Lembaga Tuha Peut Gampong yakni selaku berikut:
  • Membahas rancangan Qanun Gampong bersama Keuchiek;
  • Melaksanakan pengawasan kepada pelaksanaan Qanun Gampong dan Qanun Keuchiek;
  • Melakukan pengawasan kepada kebijakan Pemerintah Gampong dalam pengurusan dan pengelolaan sumber pendapatan dan kekayaan Gampong;
  • Membahas, menyepakati dan menetapkan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG);
  • Memberitahukan kepada Keuchiek perihal akan berakhirnya kala jabatan Keuchiek secara tertulis 6 (enam) bulan sebelum rampung era jabatan;
  • Mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian Keuchiek;
  • Membentuk panitia penyeleksian Keuchiek;
  • Bersama Keuchiek membentuk panitia penyeleksian Perangkat Gampong;
  • Memberikan persetujuan pengangkatan dan pemberhentian Perangkat Gampong;
  • Memberikan kesepakatan penunjukan seorang pejabat dari Perangkat Gampong oleh Keuchiek dalam hal terdapat lowongan jabatan Perangkat Gampong;
  • Memberikan kesepakatan kerjasama antar Gampong dalam Kabupaten maupun antar Gampong di luar Kabupaten;
  • Menggali, memuat, mengumpulkan, merumuskan dan menyalurkan aspirasi masyarakat;
  • Menyusun tata tertib Lembaga Tuha Peut Gampong (Tuha Peut);
  • Mengadakan pergeseran Qanun Gampong bersama Keuchiek;
  • Memberikan persetujuan pengalihan Sumber Pendapatan Gampong yang dimiliki dan dikelola oleh Pemerintah Gampong terhadap pihak lain;
  • Memberikan persetujuan pengelolaan kekayaan Gampong yang dikerjakan dengan pihak lain yang saling menguntungkan;
  • Memberikan kesepakatan atas pergeseran fungsi Tanah Kas Gampong untuk kepentingan Gampong sendiri maupun kepentingan pihak lain.
Selain kewenangan sebagaimana tersebut di atas, Lembaga Tuha Peut Gampong Juga mempunyai Kewenangan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 110 Tahun 2016 sebagai berikut:
Pasal 5

Lembaga Tuha Peut berwenang memperlihatkan perayaan tertulis kepada Keuchiek, paling banyak 3 (tiga) kali secara berturut-turut dengan tenggang waktu masing-masing 30 (tiga puluh) hari, apabila Keuchiek melaksanakan pelanggaran pada Peraturan dan perundang-permintaan atau norma penduduk yang berlaku, dan atau dalam melaksanakan tugasnya tidak mampu menunjukkan pelayanan terhadap masyarakat secara adil, diskriminatif serta mempersulit setiap kebutuhan masyarakat.

Pasal 6

Apabila hingga dengan teguran ke 3 (tiga) tidak diindahkan oleh Keuchiek, Bupati atas laporan Lembaga Tuha Peut dapat menunjukkan hukuman administratif berupa perayaan, pemberhentian sementara dan pemberhentian setelah didahului investigasi instansi yang berwenang.

Selengkapnya: Download Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 110 Tahun 2016 Tentang BPD. DOWNLOAD DISINI
download image