Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengetahui Penjabaran Jenis Usaha Bumdes Berdasarkan Permendesa Pdtt Nomor 4 Tahun 2015

download image

Pada Bagian Keempat Pasal 19 Permendesa PDTT Nomor 4 Tahun 2015 wacana Pendirian, Pengurusan, dan Pengelolaan, dan pembubaran Badan Usaha Milik Desa diterangkan Klasifikasi Jenis Usaha BUMDes selaku berikut:
  1. BUM Desa mampu menjalankan bisnis sosial (social business) sederhana yang memberikan pelayanan umum(serving) kepada masyarakat dengan memperoleh keuntungan finansial.
  2. Unit perjuangan dalam BUM Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mampu mempergunakan sumber daya setempat dan teknologi sempurna guna, mencakup:
  • usaha listrik Desa;
  • air minum Desa;
  • lumbung pangan; dan
  • sumber daya setempat dan teknologi sempurna guna yang lain.
      3. Ketentuan tentang pemanfaatan sumber daya local sebagaimana dimaksud pada ayat (2)  
          dikelola dengan Peraturan Desa dan teknologi tepat guna.

Pasal 20
  1. BUM Desa mampu melakukan bisnis penyewaan (renting) barang untuk melayani kebutuhan penduduk Desa dan ditujukan untuk memperoleh Pendapatan Asli Desa.
  2. Unit perjuangan dalam BUM Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mampu melakukan aktivitas usaha penyewaan mencakup:
  • gedung konferensi;
  • alat transportasi;
  • rumah toko;
  • perkakas pesta;
  • tanah milik BUM Desa; dan
  • barang sewaan yang lain.
Pasal 21
  1. BUM Desa dapat melaksanakan usaha mediator (brokering)yang memberikan jasa pelayanan kepada warga.
  2. Unit usaha dalam BUM Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mampu melaksanakan acara usaha mediator yang meliputi:
  • jasa pembayaran listrik;
  • pasar Desa untuk menjual produk yang dihasilkan penduduk ; dan
  • jasa pelayanan yang lain.
Pasal 22
  1. BUM Desa dapat mengerjakan bisnis yang berproduksi dan/atau berjualan (trading) barang-barang tertentu untuk memenuhi keperluan penduduk maupun dipasarkan pada skala pasar yang lebih luas.
  2. Unit perjuangan dalam BUM Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat menjalankan acara perdagangan (trading) meliputi:
  • pabrik es;
  • hasil pertanian;
  • pabrik asap cair;
  • fasilitas bikinan pertanian;
  • sumur bekas tambang; dan
  • kegiatan bisnis produktif lainnya.
Pasal 23
  1. Unit usaha dalam BUM Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat menunjukkan susukan kredit dan peminjaman yang mudah diakses oleh penduduk Desa.
  2. BUM Desa mampu melaksanakan bisnis keuangan (financial business) yang memenuhi keperluan perjuangan-usaha skala mikro yang dilakukan oleh pelaku perjuangan ekonomi Desa.
Pasal 24
  1. Unit-unit perjuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat bangkit sendiri yang dikelola dan diatur secara sinergis oleh BUM Desa supaya berkembang menjadi usaha bareng .
  2. BUM Desa mampu menjalankan perjuangan bareng (holding) selaku induk dari unit-unit perjuangan yang dikembangkan penduduk Desa baik dalam skala lokal Desa maupun kawasan perdesaan.
  3. Unit usaha dalam BUM Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat menjalankan aktivitas perjuangan bersama meliputi:
  • aktivitas perjuangan bareng yang mengkonsolidasikan jenis perjuangan lokal lainnya.
  • DesaWisata yang mengurus rangkaian jenis usaha dari kelompok masyarakat;dan
  • pengembangan kapal Desa berukuran besar untuk mengorganisasi nelayan kecil biar usahanya menjadi lebih ekspansif;
Pasal 25

Strategi pengelolaan BUM Desa bersifat bertahapdengan mempertimbangkanperkembangan dari penemuan yang dikerjakan oleh BUM Desa, meliputi:
  1. pelaksanaan Musyawarah Desa dengan pokok bahasan tentang BUM Desa;
  2. sosialisasi dan pembelajaran wacana BUM Desa;
  3. pendirian BUM Desa yang menjalankan bisnis sosial (social business) dan bisnis penyewaan (renting);
  4. analisis kelayakan perjuangan BUM Desa yang berorientasi pada usaha mediator (brokering), usaha bareng (holding), bisnis sosial ( (social business), bisnis keuangan (financial business) dan perdagangan (trading), bisnis penyewaan (renting) meliputi aspek teknis dan teknologi, aspek administrasi dan sumberdaya insan, aspek keuangan, aspek sosial budaya, ekonomi, politik, lingkungan perjuangan dan lingkungan hidup, aspek tubuh hukum, dan aspek penyusunan rencana usaha;
  5. diversifikasi usaha dalam bentuk BUM Desa yang berorientasi pada bisnis keuangan (financial business) dan usaha bersama (holding).
  6. pengembangan koordinasi kemitraan strategis dalam bentuk kerjasama BUM Desa antar Desa atau koordinasi dengan pihak swasta, organisasi sosial-ekonomi kemasyarakatan, dan/atau forum donor;
Demikianlah klarifikasi Memahami Klasifikasi Jenis Usaha BUMDes menurut Permendesa PDTT Nomor 4 Tahun 2015 perihal perihal Pendirian, Pengurusan, dan Pengelolaan, dan pembubaran Badan Usaha Milik Desa. Semoga postingan ini berguna. Salam Juragan Berdesa...
download image