Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengetahui Perbedaan Kaur Dan Kasi Di Pemerintahan Desa Menurut Permendagri Nomor 84 Tahun 2015


Pada postingan sebelumnya, blog juragan desa telah membicarakan wacana peran pokok dan fungsi kepala desa serta perangkat desa menurut Permendagri Nomor 84 Tahun 2015 wacana Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa, maka pada goresan pena kali ini, penulis ingi membahas tentang Perbedaan Kaur dengan Kasi di Pemerintahan Desa biar perangkat desa paham akan perbedaan keduanya. Apabila kita tinjau menurut hukum yang ada, maka terlihat sekali letak perbadaan antara Kaur dan Kasi dalam struktur pemerintahan Desa, maka hal itu berhubungan dengan perangkat desa pada pemerintah desa. Pemerintah Desa yaitu Kepala Desa atau yang disebut dengan nama lain dan dibantu oleh Perangkat Desa.

Kepala Urusan (Kaur) yaitu unsur staf sekretariat desa, yang terdiri atas 3 (tiga) persoalan adalah Urusan Keuangan, Urusan Tata Usaha dan Umum, dan Urusan perencanaan, dan paling sedikit 2 (dua) persoalan yakni Urusan keuangan, dan Urusan lazim dan penyusunan rencana. Masing-masing Urusan dipimpin oleh Kepala Urusan (Kaur).

Kepala Seksi (Kasi) ialah Pelaksana Teknis yang ialah komponen pembantu Kepala Desa selaku pelaksana tugas operasional. Pelaksana Teknis paling banyak terdiri atas 3 (tiga) seksi yakni seksi kemakmuran, seksi pelayanan dan seksi pemerintahan, paling sedikit 2 (dua) seksi yaitu seksi kesejahteraan dan pelayanan, serta seksi pemerintahan. Masing-masing seksi dipimpin oleh Kepala Seksi (Kasi).

Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 84 Tahun 2015 wacana Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa diterangkan bahwa Perbedaan Kaur dengan Kasi di Pemerintahan Desa yakni selaku berikut:

Kaur (Kepala Urusan)

Kedudukan

Kaur (Kepala Urusan) berkedudukan sebagai unsur staf sekretariat.

Tugas

Kaur (Kepala Urusan) bertugas membantu Sekretaris Desa dalam problem pelayanan manajemen penunjang pelaksanaan peran-tugas pemerintahan.

Untuk melakukan tugasnya, Kaur (Kepala Urusan) memiliki fungsi selaku berikut:

Fungsi Kaur (Kepala Urusan)   
  1. Kaur (Kepala Urusan) tata perjuangan dan umummemiliki fungsi Sebagai berikut:  melakukan urusan ketatausahaan mirip:tata naskah, administrasi surat menyurat, arsip, dan ekspedisi, dan penataan administrasi perangkat desa, penyediaan prasarana perangkat desa dan kantor, penyiapan rapat, pengadministrasian aset, inventarisasi, perjalanan dinas, dan pelayanan umum.
  2. Kaur (Kepala Urusan) keuangan memiliki fungsi Sebagai berikut: melaksanakan masalah keuangan mirip pengurusan manajemen keuangan, administrasi sumber-sumber pendapatan dan pengeluaran, verifikasi administrasi keuangan, dan administrasi penghasilan Kepala Desa, Perangkat Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan lembaga pemerintahan desa yang lain.
  3. Kaur (Kepala Urusan) perencanaan memiliki fungsi Sebagai berikut:mengkoordinasikan masalah penyusunan rencana mirip menyusun rencana budget pendapatan dan belanja desa, menginventarisir data-data dalam rangka pembangunan, melaksanakan monitoring dan penilaian acara, serta penyusunan laporan.
Kasi (Kepala Seksi)

Kedudukan

Kasi (Kepala Seksi) berkedudukan selaku komponen pelaksana teknis.

Tugas

Kasi (Kepala Seksi) bertugas membantu Kepala Desa sebagai pelaksana peran operasional.

Untuk melaksanakan tugasnya, Kasi (Kepala Seksi) memiliki fungsi:
  1. Kasi (Kepala Seksi) Pemerintahan mempunyai fungsi Sebagai berikut: melaksanakan administrasi tata praja Pemerintahan, menyusun rancangan regulasi desa, training duduk perkara pertanahan, pelatihan kenyamanan dan ketertiban, pelaksanaan upaya pinjaman penduduk , kependudukan, penataan dan pengelolaan wilayah, serta pendataan dan pengelolaan Profil Desa.
  2. Kasi (Kepala Seksi) Kesejahteraan mempunyai fungsi Sebagai berikut: melaksanakan pembangunan fasilitas prasarana perdesaan, pembangunan bidang pendidikan, kesehatan, dan peran sosialisasi serta motivasi masyarakat di bidang budaya, ekonomi, politik, lingkungan hidup, pemberdayaan keluarga, perjaka, olahraga, dan karang taruna.
  3. Kasi (Kepala Seksi) Pelayanan memiliki fungsi Sebagai berikut: melaksanakan penyuluhan dan motivasi kepada pelaksanaan hak dan keharusan masyarakat, memajukan upaya partisipasi masyarakat, pelestarian nilai sosial budaya penduduk , keagamaan, dan ketenagakerjaan.

Demikianlah penjelasan penulis wacana Perbedaan Kaur dengan Kasi di Pemerintahan Desa Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 84 Tahun 2015 ihwal Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa, Semoga goresan pena ini bermanfaat bagi aparatur desa dalam menjalankan peran pokok dan fungsinya di desa masing-masing.... Salam
download image