Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Nilai Santunan Sosial Dipangkas 50 Persen Jadi Rp300.000 Per Bulan

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan nilai bantuan sosial yang disalurkan kepada masyar Nilai Bantuan Sosial Dipangkas 50 Persen Jadi Rp300.000 per Bulan

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan nilai santunan sosial yang disalurkan terhadap masyarakat akan dipangkas 50 % (persen). Nilainya sekarang tak lagi Rp600.000 per bulan, namun menjadi Rp300.000 per bulan untuk setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Meski mengalami penurunan, Menkeu Sri Mulyani mengatakan jangka waktu penyalurannya kini diperpanjang sampai Desember 2020. Awalnya derma sosial ditargetkan cuma diberikan hingga Juli 2020 saja.

“Bantuan sosial Jabodetabek dan Bantuan sosial tunai non Jabodetabek diberikan 9 bulan hingga Desember 2020. Untuk bulan Juli hingga Desember jadi Rp.300.000 per bulan dari Rp600.000 per bulan,” ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferesi pers virtual, Senin (18/5/2020).

Adapun bagi sumbangan sosial untuk Jabodetabek, jumlah penerimanya yaitu 1,3 juta KPM di Jakarta dan 600.000 orang di Bodetabek. Bantuan ini diberikan 3 bulan semenjak April 2020. Lalu

Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pinjaman sosial tunai non Jabodetabek mencapai 9 juta KPM di luar penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan kartu sembako. 

Menurut data Kementerian Keuangan nilai dukungan sosial Jabodetabek meraih Rp6,8 triliun dan Non Jabodetabek senilai Rp32,4 triliun.

Adapun pemangkasan nilai sumbangan sosial ini juga ditujukan bagi pinjaman eksklusif tunai (BLT) yang diambil dari dana desa. Nilai bantuannya juga dipangkas dari Rp.600.000 per bulan menjadi Rp.300.000 per bulan.

Awalnya bantuan ini diberi 6 bulan April-September 2020, namun kini menjadi hingga Oktober 2020. Jumlah penerimanya berada di angka 11 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Angka ini di luar kartu sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) dengan angka per April 2020 kemarin Rp21,2 triliun.

“Dana derma menurun seperti sama mirip Bantuan Langsung Tunai (BLT) non Jabodetabek dan Jabodetabek. Menjadi Rp300.000 per bulan,” ucap Menkeu Sri Mulyani.

Kendati demikian, 
Menteri Keuangan menentukan nilai tunjangan bagi kartu sembako tetap dijaga menjadi Rp200.000 per bulan untuk 20 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penyalurannya pun tetap per bulan selama 12 bulan.

Sumber: tirto.id
download image