Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pelaporan Keuangan Desa Disederhanakan Melalui Omspan, Sikeudes Dan Siskorbangdes


Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) meluncurkan Interkoneksi Online Monitoring Sistem perbendaharaan dan Anggaran Negara (OMSPAN) dengan Sistem Keuangan Desa (SIKEUDES), serta Sistem Koordinasi Pembangunan Desa (SISKORBANGDES), yang diluncurkan oleh Sonny Harry B Harmadi, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Kawasan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, di Hotel Borobudur Jakarta, Senin (19/8).

Melalui Interkoneksi OMSPAN dengan SISKEUDES ditujukan untuk penyederhanaan pelaporan keuangan desa. Hal ini sesuai isyarat Presiden Jokowi dan Menko PMK Puan Maharani biar laporan penggunaan dan kegiatan dan desa disederhanakan. Interkoneksi ini menjadikan perangkat desa tidak lagi melaksanakan input data berulang ke setiap tata cara. Sedangkan, SISKORBANGDES selaku salah satu alat koordinasi, sinkronisasi dan pengendalian pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 wacana Desa dari sektor terkait.

Interkoneksi OMSPAN dengan Siskeudes didasari atas keharusan pemerintah desa untuk memberikan laporan konsolidasi realisasi absorpsi dan penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) secara biasa , dan dana desa secara khusus, ungkap Sonny

Kewajiban tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) No. 50 tahun 2017 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 tahun 2018 ihwal Pengelolaan Keuangan Desa.

Namun demikian, implementasi aturan itu tidaklah mudah. Pemerintah tempat dan desa mengalami hambatan, utamanya kekurangan sumber daya manusia (SDM), dan minimnya waktu dalam melaksanakan penginputan data kegiatan serta realisasi keuangan.

Fakta di lapangan, perlu waktu sekurang-kurangnya10 hari untuk melaksanakan input laporan sehingga menjadikan lambatnya penyaluran dana desa khususnya tahap II dan III. Pemicu utama keterlambatan karena desa mesti membuat laporan realisasi penyerapan dan laporan capaian output Dana Desa tahun sebelumnya.

"Untuk itu, pentingnya penyederhanaan pembukuan keuangan dana desa dan APBDes melalui interkoneksi OMSPAN dengan SISKEUDES dibutuhkan menjadi solusinya," ujar Sonny dalam informasi resmi, Selasa (20/8).

Ia menerangkan bahwa tim interkoneksi OMSPAN dengan SISKEUDES sudah melakukan berbagai uji coba di beberapa kabupaten/kota antara lain Malang, Batu, Pasuruan, Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Utara. Proses interkoneksi dapat berjalan dengan baik, di antaranya proses input data cuma memerlukan waktu sekitar 5-10 menit.

"Tantangan yang masih mesti kita hadapi utamanya untuk desa yang belum online. Perlu upaya extra yaitu operator SISKEUDES membawa data dan dokumen ke ibukota kecamatan atau kabupaten untuk selanjutnya dikerjakan impor ke dalam OMSPAN," tutur Sonny.

Selain itu, yang juga perlu menjadi perhatian dalam implementasi interkoneksi ialah kapasitas SDM kabupaten terbatas, dalam melaksanakan validasi dan verifikasi data SISKEUDES dari desa.

Agar interkoneksi dapat dijalankan dengan baik diharapkan sosialisasi, sumbangan bimbingan teknis, dan peningkatan kapasitas admin SISKEUDES kabupaten.

"Kami berharap interkoneksi OMSPAN dengan SISKEUDES dapat dimanfaatkan dengan baik oleh desa-desa sebagai salah satu upaya penyederhanaan pelaporan keuangan desa. Dan memperlancar penyaluran dana desa tahap III yang sudah dimulai," kata Sonny.

Sementara itu, SISKORBANGDES sebagai salah satu alat kerjasama, sinkronisasi dan pengendalian pelaksanaan Undang-Undang Desa dari sektor terkait. SISKORBANGDES digunakan untuk mendapatkan keperluan data dan info antar kementerian, supaya nantinya anjuran kebijakan dan keputusan pembangunan desa yang diambil mampu lebih efektif dan efesien.

"Untuk sementara waktu, SISKORBANGDES dipakai untuk monitoring dan evaluasi pelaksanaan SKB 4 Menteri, perkembangan pelaksanaan Padat Karya Tunai Desa, dan pemantauan kinerja pendamping Desa," ungkap, Sonny.

Sumber: https://mediaindonesia.com/
download image